Dunia Pendidikan
[Glitterfy.com - *Glitter Words*] Animated Rainbow Moustache

Kamis, 28 November 2013

Kurikulum KTSP

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.
Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat:
  • kerangka dasar dan struktur kurikulum,
  • beban belajar,
  • kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan, dan
  • kalender pendidikan.
SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati.
Pemberlakuan KTSP, sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL, ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. Dengan kata lain, pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat, situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Daftar Pustaka :
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_Tingkat_Satuan_Pendidikan

Senin, 11 November 2013

Artikel Pendidikan (Masalah Pendidikan di Indonesia)

Pendidikan adalah gerbang menuju kehidupan yang lebih baik dengan memperjuangkan hal-hal terkecil hingga hal-hal terbesar yang akan dilewati oleh setiap manusia. Tetapi pada saat ini masih banyak masalah-masalah yang terdapat pada lingkup pendidikan. Masalah ini terjadi karena kurangnya kesadaran dari berbagai pihak, contohnya dari pihak orang tua, guru, dan lingkungan dan saat ini masalah ini belum dapat di tangani dengan tuntas. Adapun masalah pendidikan di Indonesia ialah :
1.     Pembagian dana BOS yang masih belum bisa merata.
Hal ini disebabkan karena banyak siswa yang kurang mampu dan belum mendapatkan haknya untuk mendapatkan BOS.
2.     Perbedaan strata antara murid satu dengan murid yang lainnya.
Saat ini masih banyak siswa yang membeda-bedakan strata antara murid satu teman dikelasnya karena masalah ekonomi. Perbedaan seperti inilah yang mempengaruhi prestasi di sekolah. Hal ini disebabkan karena didikan dari orang tua siswa.
3.      Sarana prasarana yang kurang memadai.
Masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas yang cukup untuk menunjang belajar. Contohnya, LCD.
4.     Adanya pemasalahan pribadi yang menyebabkan siswa tidak berkonsentrasi dalam belajar.
Terkadang banyak siswa yang memiliki permasalahan di rumah yang membuat anak malas belajar dan tidak konsentrasi. Contoh permasalahan pribadi yaitu, orang tua yang sering bertengkar di depan anaknya.
5.     Tidak adanya dukungan dari orang tua untuk sekolah yang membuat anak tidak termotivasi untuk belajar.
Dukungan dari orang tua itu perlu, karena dengan dukungan orang tua maka anak akan termotivasi untuk belajar. Jika orang tua tidak mendukung anak untuk sekolah, kebanyakan dari masalah keuangan yang tidak mendukung.
6.     Jarak tempuh ke sekolah.
Masih banyak desa pelosok yang memiliki jarak tempuh ke sekolah yang cukup jauh, dengan melewati jembatan yang sudah rusak. Tapi semangat mereka untuk sekolah sangat besar.
7.     ABK yang sulit memahami pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah umum.
Banyak orang tua yang belum sadar bahwa anaknya itu ABK, jadi masih banyak pula anak ABK yang sekolah di sekolah umum. Dan ABK itu sulit memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru di sekolah umum.
8.     Pelajaran yang monoton.
Banyak guru yang menerangkan pelajaran dengan gaya yang itu-itu saja (monoton), jadi hal ini yang membuat siswa malas belajar.
9.     Tidak adanya kesempatan untuk bertanya.
Siswa yang ingin bertanya tetapi tidak mendapatkan kesempatan dari gurunya. Hal ini yang menyebabkan siswa malas untuk bertanya lagi.
10.  Penjualan buku yang menguntungkan pihak guru.
Penjualan buku LKS atau buku paket yang di beli oleh guru tetapi guru tidak dilihat isi dalam LKS atau paket itu masih layak digunakan atau tidak. Hal ini yang menyebabkan guru mendap keuntungan dari penjualan buku.

Solusi Pendidikan di Indonesia

Untuk mengatasi masalah-masalah, seperti rendahnya kualitas sarana fisik, rendahnya kualitas guru, dan lain-lain seperti yang telah dijelaskan diatas, secara garis besar ada dua solusi yaitu:

- Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.

- Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.

Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.

Maka dengan adanya solusi-solusi tersebut diharapkan pendidikan di Indonesia dapat bangkit dari keterpurukannya, sehingga dapat menciptakan generasi-generasi baru yang berSDM tinggi, berkepribadian pancasila dan bermartabat.


Daftar Pustaka
http://van88.wordpress.com/makalah-permasalahan-pendidikan-di-indonesia/
http://www.artikelbagus.com/2012/12/masalah-pendidikan.html